Janganlah hanya sibuk mencari dan mengumpulkan uang, mencemaskan masalah yang tidak sepatutnya orang beriman mencemaskannya, menyia-nyiakan sisa umurmu untuk kau habiskan dengan berbagai urusan yang jauh dari bimbingan Tuhanmu, membangun dan mempersiapkan dunia seakan-akan kau akan tetap berada didalamnya. Janganlah berbuat demikian, Demi Allah kau akan menyesal. Apa yang selama ini kamu usahakan itu hanyalah untuk kesenangan yang sementara, kesenagan sementara berarti didampingi dengan kesusahan disekelilingnya. Satu kesenangan yang kau kejar, disampingnya seribu masalah siap menghadang untuk melukai jiwa sucimu.
Jiwamu berkehendak menuju Allah, jangan kau palingkan dia pada sesuatu yang rendah. Manusia adalah makhluk yang suci dibandingkan segala yang ada didunia ini yang mempesonamu. Malaikat pun bersujud pada Jiwa yang suci, api neraka bisa padam tertimpa cahayanya, apalah lagi api (masalah-masalah) dunia tidak akan dapat membakar jiwa, dunia ini dijadikan untuk dia sebagai penguasa atasnya. Jika kau palingkan jiwamu untuk mengejar sesuatu yang derajatnya lebih rendah darimu, maka sesuatu itu akan menguasaimu dan menjadikanmu rendah hingga disamakan dengan derajat binatang. Demi Allah, Jiwamu mendambakan kembali pada Penciptanya, janganlah kau menghalangi langkahnya, janganlah membelokkan jalannya, bimbinglah ia menyusuri jalan yang lurus dari Majikannya.
Jika jiwa kau arahkan pada jalan yang tiada lain menuju pada cahaya diatas cahaya, semakin dekat ia dengan tujuannya maka jiwa semakin bersinar. Sinarnya akan melindungimu dari api masalah dan kegelapan dunia yang menggelisahkan dan memadamkan api neraka yang menantimu. Jiwamu akan kembali pada tempat dimana tak ada sesuatupun kecuali Ridha Allah yang meliputinya. Allah akan memelihara jiwa suci dari segala masalah dunia yang mengganggunya, segala kesusahan akan dijadikan-Nya sekedar bentuk (dhahir) tanpa makna.
Namun engkau lebih memilih merendahkan derajatmu, mempersiapkan diri untuk kehidupan mu yang hanya tersisa beberapa tahun dari umurmu sekarang, hingga sebentar lagi berpindah ketanah sebagai tempat persinggahanmu. Tak heran jika sedikit saja masalah dunia menjadikan hatimu terbakar. Pikirkanlah lagi

