Wednesday, November 21, 2007

Pikirkanlah lagi

Janganlah hanya sibuk mencari dan mengumpulkan uang, mencemaskan masalah yang tidak sepatutnya orang beriman mencemaskannya, menyia-nyiakan sisa umurmu untuk kau habiskan dengan berbagai urusan yang jauh dari bimbingan Tuhanmu, membangun dan mempersiapkan dunia seakan-akan kau akan tetap berada didalamnya. Janganlah berbuat demikian, Demi Allah kau akan menyesal. Apa yang selama ini kamu usahakan itu hanyalah untuk kesenangan yang sementara, kesenagan sementara berarti didampingi dengan kesusahan disekelilingnya. Satu kesenangan yang kau kejar, disampingnya seribu masalah siap menghadang untuk melukai jiwa sucimu.


Jiwamu berkehendak menuju Allah, jangan kau palingkan dia pada sesuatu yang rendah. Manusia adalah makhluk yang suci dibandingkan segala yang ada didunia ini yang mempesonamu. Malaikat pun bersujud pada Jiwa yang suci, api neraka bisa padam tertimpa cahayanya, apalah lagi api (masalah-masalah) dunia tidak akan dapat membakar jiwa, dunia ini dijadikan untuk dia sebagai penguasa atasnya. Jika kau palingkan jiwamu untuk mengejar sesuatu yang derajatnya lebih rendah darimu, maka sesuatu itu akan menguasaimu dan menjadikanmu rendah hingga disamakan dengan derajat binatang. Demi Allah, Jiwamu mendambakan kembali pada Penciptanya, janganlah kau menghalangi langkahnya, janganlah membelokkan jalannya, bimbinglah ia menyusuri jalan yang lurus dari Majikannya.

Jika jiwa kau arahkan pada jalan yang tiada lain menuju pada cahaya diatas cahaya, semakin dekat ia dengan tujuannya maka jiwa semakin bersinar. Sinarnya akan melindungimu dari api masalah dan kegelapan dunia yang menggelisahkan dan memadamkan api neraka yang menantimu. Jiwamu akan kembali pada tempat dimana tak ada sesuatupun kecuali Ridha Allah yang meliputinya. Allah akan memelihara jiwa suci dari segala masalah dunia yang mengganggunya, segala kesusahan akan dijadikan-Nya sekedar bentuk (dhahir) tanpa makna.

Namun engkau lebih memilih merendahkan derajatmu, mempersiapkan diri untuk kehidupan mu yang hanya tersisa beberapa tahun dari umurmu sekarang, hingga sebentar lagi berpindah ketanah sebagai tempat persinggahanmu. Tak heran jika sedikit saja masalah dunia menjadikan hatimu terbakar. Pikirkanlah lagi

Lanjutkan.....

Tuesday, November 20, 2007

Cinta

Cinta adalah segala sesuatu yang jika jauh atau kehilangannya, hati anda akan merasa gelisah atau ada sesuatu yang terasa kurang. Walaupun mengatakan cinta pada sesuatu namun kepergian atau jauhnya sesuatu itu tidak meresahkan hati, itu artinya anda tidaak mencintainya hanya pengakuan saja. Anda seharusnya mengetahui apa itu cinta dan mencari cinta yang sebenanya agar dapat menikmati hidup dengan kenikmatan yang sebenar-benarnya, bukan cinta yang menipu, bersifat sementara dan meresahkan.

Cinta yang sebenarnya adalah jika sesuatu itu membahagiakan dan menyebabkan adanya getaran dalam hati ketika sesuatu itu dekat dan merasa gelisah atau merasa ada yang kurang dengan diri anda jika sesuatu itu jauh atau meninggalkan anda.


Itulah cinta yang tak didapat hanya dengan pengakuan semata, hanya dapat dirasakan jika mengetahui, mengenal lalu mendekati kemudian memikat sesuatu yang hendak anda cintai itu.

Adalah mustahil jika seorang pemuda mencintai wanita yang tak pernah ia lihat ataupun ketahui sebelumnya. Hanya setelah melihat atau mengetahuilah, cinta itu kan merasuki jiwa, karena jiwa menerima cinta melalui pendengaran dan penglihatan.

Melalui pendengaran jika sering mendengar cerita atau kabar mengenainya dan menarik hati anda, maka anda akan berusaha mencari tau akan kebenaran dan keberadaan tentang sesuatu itu. Melalui penglihatan jika pernah atau sering melihat sesuatu itu lalu anda tertarik dengan keindahan dan kecantikannya.
Cintailah Allah dengan kedua jalan tersebut dan berhati-hatilah dalam menggunakan pendengaran dan penglihatan, jangan sampai membawa anda pada mencintai sesuatu melebihi cinta pada Allah yang bisa menghancurkan, karena suasana hidup manusia tergantung pada apa yang dia cintai. Mencintai Allah adalah pintu masuk menuju segala keinginan anda, apapun itu.

Lanjutkan.....

Apa dan bagaimanakah dzikir

Ketika kata dzikir disebut, terbayang suatu aktivitas berupa membaca kalimat-kalimat tasbih, tahmid, tahlil, membaca doa atau Al Qur’an. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar, karena yang disebutkan diatas adalah beberapa cara dalam berdzikir, bukan dzikir itu sendiri. Menyebut bukan berarti dzikir, karena dzikir tidak selalu harus dengan menyebut. Dzikir berarti ingat dan orang yang menyebut belum tentu ingat. Anda bisa menyebut Allah dengan ucapan dari mulut ataupun dalam hati namun tetap mengerjakan suatu yang buruk adalah mungkin anda lakukan. Anda tidak berdzikir, hanya sekedar menyebut.


Mereka yang menjadikan harta kekayaan dan kesenangan-kesenangan dunia sebagai tolak ukur kebahagiaan, tak akan pernah tenang dalam hidupnya. Sebagian besar mereka akan melecehkan sebagaian lainnya dikarenakan prinsip mereka. Padahal bisa jadi orang yang dilecehkan itu lebih baik kehidupannya meskipun terlihat penuh masalah dan kekurangan.

Tiada arti materi jika yang memilikinya tidak bisa merasakan kebahagiaan karenanya, selalu merasa kekurangan dengan segala kecukupannya. Terus mengejar dan mengumpulkan, menghabiskan hari-hari dan memeras pikiran guna mendapatkannya. Kesenangan yang dirasakan hanya sebentar, setelah lama akhirnya terbiasa lalu timbul kembali keinginan yang lebih dan begitu seterusnya. Kapankah akan berakhir?

Kebahagiaan adalah disaat seseorang merasakan ketenangan dalam hidupnya, merasa tentram dengan keadaannya, cukup dengan apa yang dimilikinya, menjalani kehidupannya tanpa didesak oleh pikiran-pikiran melelahkan untuk untuk mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Itulah kebahagiaan hidup, yang setiap orang, bagaimanapun keadaanya, apapun status atau betapapun jahat dunia memusuhi dan menjauhkannya, manusia akan tetap dapat merasakan kebahagiaan jika mencarinya ditempat yang benar-benar menjanjikan akannya.

Dengan dzikir, segala masalah bisa teratasi, kegundahan dan kegelisahan hati dapat terobati dan kegembiraan hati akan tercipta karenanya. Siapa saja yang dirinya telah terbiasa berdzikir (bukan menyebut saja), maka tak perduli apapun yang terjadi pada dirinya dan bagaimanapun keadaannya, selama itu tidak menyagkut dirinya dengan Tuhannya, maka dia tetap merasa aman dan tentram. Orang lain bisa saja melihat kehidupannya begitu susah dan penuh dengan masalah, tapi apalah arti pandangan orang lain jika dirinya sendiri tidak merasakan apa yang orang sangkakan terhadapnya.

Lanjutkan.....

Apakah aku syirik?

Syirik berarti menganggap seseorang atau benda lain atau suatu konsep sebagai wujud yang setara atau lebih tinggi dari Allah. Anggapan seperti ini bisa dari segi penilaian, sifat keberartian, rasa lebih menyukai, atau keunggulan, yang disertai dengan perbuatan-perbuatan yang mendukungnya. Hal seperti inilah yang disebut sebagai “mempersekutukan Allah dengan Tuhan yang lain”. Dengan kata lain, menganggap bahwa seseorang atau benda lain memiliki sifat-sifat Allah, sama artinya dengan mempersekutukan Allah.
Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an bahwa dosa syirik tak akan diampuni:

Allah tak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang dikehendakiNya. Barang siapa mempersekutukan Allah, sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
(Surat An-Nisa: 48)


Menurut adat, kata “memuja berhala” berarti menyembah benda atau wujud tertentu. Namun sebenarnya, maknanya lebih luas dan tidak terbatas pada pengertian tersebut. Di setiap masa, selalu ada manusia yang mempersekutukan Allah, mengambil tuhan lain dan menyembah pujaannya atau patung-patung. Memberhalakan sesuatu tidak selalu berarti bahwa pemujanya mengatakan “ini tuhan yang saya sembah”. Tidak juga berarti bahwa ia mesti bersujud dihadapannya.

Pada dasarnya, menyembah berhala dapat berarti rasa suka seseorang terhadap sesuatu melebihi rasa sukanya kepada Allah. Misalnya, lebih menyukai ridha seseorang dibanding ridha Allah, atau lebih takut kepada seseorang dibanding rasa takut kepada Allah, atau lebih mencintai seseorang dibanding cintanya kepada Allah.
Di dalam Al-Qur’an, Allah menyatakan bahwa sesuatu yang disekutukan dengan Allah tidak akan bisa menolong orang yang mempersekutukannya.

Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah adalah berhala. Dan kamu membuat dusta. Sungguh yang kamu sembah itu tak mampu memberikan rezki kepadamu. Maka mintalah rezki itu dari sisi Allah dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepadaNya. KepadaNya lah engkau akan dikembalikan.
(Surat Al-Ankabut: 17)

Lanjutkan.....

Jahiliyah kembali

Masyarakat adat yang terpisah jauh dari agama Allah beranggapan bahwa pendapat orang banyak selalu benar. Ini merupakan kesimpulan yang sama sekali keliru. Bahkan bertentangan dengan yang disebutkan Allah dalam Al-Qur’an, “Kebanyakan manusia tidak akan beriman...” (Surat Yusuf: 103).

Dalam ayat-ayat lain, Allah juga menyatakan bahwa mereka yang mengikuti mayoritas kafir akan mengalami kerugian. Pernyataan itu menyiratkan bahwa di setiap jaman, orang-orang beriman selalu minoritas sedangkan yang terjauhkan dari agama Allah selalu mayoritas. Namun karenanya, kedudukan orang-orang beriman jauh lebih tinggi dibanding mereka yang berpegang teguh pada “agama jahiliyah”.


Masyarakatnya menerima pertimbangan, norma-norma, dan pikiran-pikiran yang ditawarkan agama ini melalui propaganda intensif sejak mereka lahir. Nama agama ini adalah “agama jahiliyah”.

Ciri mendasar dari masyarakat jahiliyah ini adalah selalu mencari persetujuan masyarakatnya, bukannya mencari ridha Allah. Mereka membangun kehidupannya di sekitar poros tujuan ini. Hanya mengikuti apa yang nenek moyag mereka wariskan tanpa ingin mencari kebenarannya. Yang dituntut adalah melaksanakan moral, budaya, sikap dan perilaku tertentu yang diterima masyarakat, serta menunjukkan perangai yang disukai anggota masyarakatnya

Lanjutkan.....

Keinginan tersembunyi

Tiap manusia memiliki keinginan yang menjadikannya bertahan dan menjalani kehidupannya sehari-hari. Keinginan memiliki ukuran sesuai dengan kebutuhan atas apa yang diinginkan. Dapat diambil sebagai contoh ;
Ketika lapar, manusia ingin makan. Jika sangat lapar, maka keinginan itu akan semakin besar. Ketika kenyang, nafsu makan berkurang. Jika kekenyangan, maka tak ada nafsu makan.

Besar kecilnya keinginan inilah yang berpengaruh terhadap perasaan hati. Besar keinginan berarti besar pula kenikmatan dan kesenangan bila tercapai, namun besar pula penderitaan dan kesusahan yang menanti. Kecil keinginan adalah berarti sebaliknya.
Merasakan kenikmatan dan kesenangan adalah karena ada suatu keinginan yang telah tercapai dengan sadar atau tidak disadari. Begitupula sebaliknya dengan penderitaan dan kesusahan disebabkan keinginan yang tak tercapai atau yang menemukan hambatan.


Ketika hari-hari terasa biasa saja, itu karena keinginan besarmu bersembunyi dibalik kesibukan, sehingga tak sempat mengetahuinya. Keinginan yang tersembunyi memiliki pemicu yang dapat mencuatkan kembali perasaan menjadi kenikmatan, atau bisa juga menjadi penderitaan jika pemicu itu bertentangan dengan keinginan tersebut.

Pemicu-pemicu itu berupa suatu kejadian dan atau keadan yang menghampiri perhatianmu, misalkan mendapat bencana, keuntungan besar, kerugian dan sebagainya. Pemicu ini bisa datang tanpa permisi tetapi juga bisa diciptakan sendiri.
Dengan hanya mengatur kejadian dan keadaan, tak akan mendatangkan kebahagiaan. Kebahagiaan adalah dengan mengetahui keinginan-keinginan, kemudian memperbaiki keinginan yang sekiranya akan mendatangkan penderitaan. Sehingga, ketika datang pemicu yang tak diinginkan, maka hati akan siap menerima dan menahan. Atau dengan menciptakan sendiri pemicu yang dapat mendatangkan keriangan.
Keinginan tersembunyi manusia pasa dasarnya semua menginginkan Allah, tapi tidak semua orang menyadarinya. Maka disarankan agar berusaha menemukan kembali keinginan yang tersembunyi itu, yaitu menginginkan ketenangan dengan mendekati Allah, sehingga hanya dengan hal kecil dan mudah dilakukan, anda akan kembali merasakan kenikmatan, mislakan dengan shalat, dzikir, mendapat rezeki sekecil apapun jika anda sadar sedang dendekati Allah dengannya, maka anda akan merasakan hasilnya.
Jika telah melakukan namun tidak ada perubahan dalam perasaan hati anda, sesungguhnya pada saat itu keinginan anda telah berubah, bisa jadi keinginan anda kepada dunia timbul kembali higga Allah tidak menurunkan keteangan dalam jiwa anda.

Lanjutkan.....

Terimalah keadaanmu

(Syaikh Abdul Qadir Gilani :Al Fath Al-Rabbani)

Ingatlah! Allah telah memilihkan kemiskinan untukmu, dan kau menginginkan kekayaan. Bukankah kau tahu bahwa itu adalah pilihan Allah untukmu. Lalu mengapa kau tidak menyukainya? Sesungguhnya yang membenci pilihan Allah adalah diri, hawa nafsu, tabiat, serta setan dan teman-temanmu yang jahat. Semuanya membenci pilihan Allah.

Oleh karena itu, jangan ikuti mereka. Jangan menoleh kepada mereka, berpaling dan bencilah mereka karena Allah. Dengarkanlah apa yang disuarakan hati dan batinmu. Karena keduanya menyuruh pada kebaikan dan mencegah kejahatan. Ridhailah kemiskinanmu, karena itu merupakan kekayaan di hadapan Allah. Diantara pemeliharaan-Nya, adalah membuatmu tidak mampu dan tidak unggul, sebab bila tidak, boleh jadi kau akan terjerumus pada kemaksiatan.



Bila Allah membuatmu fakir dan lemah, maka boleh jadi itu akan menjagamu dari kemaksiatan. Bila kau bersabar terhadap pilihan Allah, maka kau akan dianugerahi pahala yang tak dapat kau hitung, tidak juga oleh penduduk bumi. Akan tetapi, kau tergesa-gesa, padahal sifat itu tidak dapat mengantarkarkan seseorang untuk meraih apa yang dia inginkan. Ketergesa-gesaan datang dari setan, sedangkan kasih sayang dari Allah. Bila kau tergesa-gesa, maka kau telah menjadi tentara setan dan bersamanya. Sebaliknya bila kau mantap, penuh tata krama, dan sabar, maka kau akan menjadi pasukan Allah dan bersama-Nya. Hakikat takwa adalah mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Sabar dalam menjalankan yang ditakdirkan oleh-Nya dari segala bahaya dan bencana-Nya.

Lanjutkan.....