Monday, November 19, 2007

Bayi itu pintar

Anda tidaklah lebih pintar daripada bayi, anda lebih mengandalkan usaha sendiri yang mengakibatkan segala permasalahan dan kesusahan. Telah banyak ditemukan bayi yang mati kelaparan, mati kedinginan atau jatuh kesumur dan semacamnya, diakibatkan sang bayi ditinggalkan ibunya. Tapi dalam hal ini, si bayi lah yang seringkali meninggalkan Sang ibu. Perhatikanlah keadaan sibayi ini,

Dia tidak bisa mencari makan sendiri, tidak tahu sesuatu yang berbahaya ataupun baik baginya, tertawa gembira hanya karena hal yang sepele dan sering menangis tanpa tau sebabnya. Ketika lapar, disusui atau disuapi, kalau menangis di hibur, kalau hendak memegang api atau terjun kesumur akan dijauhkan dan dijaga, dia tak perlu menguras pikiran dan tenaga untuk bertahan hidup, tidak memiliki banyak keinginan yang tidak perlu. Dia yakin atas perhatian dan kasih sayang sesuatu yang selalu berada disisinya. Si bayi merasakan kehadiran sesuatu dan berserah diri padanya, dia tak pernah protes terhadap keadannya, raut wajahnya tak pernah menunjukkan kekesalan, bingung apalagi susah, dia hanya bisa menangis hingga sesuatu itu memperhatikan dirinya. Dan kita orang yang menyebut dirinya sudah dewasa menamakan sesuatu itu sebagai orang tua atau pengasuh si bayi.

Lihatlah betapa pintarnya, dia tak perlu bersusah payah mendapatkan keinginannya dan terselamatkan dari bahaya tanpa berusaha menghindar darinya, tak pernah memikirkan bagaimana cara mendapat makanan atupun mempertahankan hisupnya, tampang kesusahan tak pernah tersirat diwajahnya, dia selalu ceria atau menangis ingin dimanja. Si bayi sangat yakin akan pemeliharaan atas dirinya

Allah sangat dekat tapi kebanyakan manusia tidak menyadari, yang mengakibatkan dia mengandalkan usahanya sendiri. Bayi tidak akan bisa menyiapkan makanannya sendiri. Manusia bisa tetap hidup hanya karena adanya Kasih sayang Allah bagi setiap makhluk ciptaan-Nya tanpa kecuali. Walaupun sebagian besar manusia tidak mengakui dan durhaka padaNya. Jika saja anda meyakini-Nya, maka keadaan anda sama seperti si bayi.

Allah sangat menyayangi hamba-Nya, maha memelihara dan maha memberi pertolongan, Dia memberi rezki pada semua makhluk-Nya, cecak pun mendapatkan rezekinya tanpa dia bersusah-susah untuk belajar terbang. Manusia merasa dirinya pintar, dapat memenuhi kebutuhan semata atas usahanya sendiri melupakan bahwa apa yang dia berusaha dan dapatkan itu hanyalah karena kemurahan Allah padanya.

Tahukah anda, jikalau seseorang melupakan Allah, maka Allah akan menjadikan mereka lupa pada diri mereka sendiri, menjadikan mereka mengandalkan kekuatan sendiri dan membiarkannya dipermainkan oleh kehidupan dunia yang seba tak pasti, kesenangan sesaat dan kesusahan yang silih berganti. Tidak sedikit orang yang lupa siapa dirinya, dia sekedar mengetahui bahwa dia adalah seorang kepala keluarga, seorang yang kaya, miskin, seorang pegawai, usahawan, pelajar, pencari kerja, pengangguran dan semacamnya yang menyangkut status di dunia. Terlena dengan status dunia menyebabkan mereka jatuh bangun dalam mencari, mengejar dan mempertahankannya. Berbagai macam masalah mereka hadapi tanpa pernah merasakan ketenangan didalamnya.

Manusia diciptakan hanya untuk beribadah pada Allah, bukan untuk mengejar status ataupun mencari makan. Rezeki untuk makan sehari-hari dan segala kebutuhan anda adalah Allah yang memberikan, jika Allah mau anda dapat dijadikan-Nya tidak bisa berusaha ataupun sekedar makan, bisa saja membuat anda cacat atau mungkin berpenyakitan yang menjadikan anda tak bisa turun dari tempat tidur anda. Dan Allah juga bisa menjadikan seseorang berusaha sekaligus menyiapkan hasil dari usahanya tersebut. Allah maha awal dan maha akhir, Dialah yang menggerakkan hati seseorang untuk berusaha dan Dia jugalah yang menentukan hasil yang akan diperoleh dari usaha itu. Allah Maha Pengasih, walaupun manusia tidak menuruti perintah dan larangan-Nya atau malah durhaka dan tidak mengakui-Nya.

Seorang yang yakin akan Allah, sama berusahanya seperti mereka, menemukan masalah dan musibah juga seperti mereka, tapi bedanya dia tidak menisbatkan segala yang dia dapatkan kepada usahanya semata. Hati mereka seperti bayi yang selalu ceria, sering meratap, menangis, mengadukan perihal dirinya dan memohon perlindungan serta pertolongan pada Pemeliharanya. Jika kehidupan menyakitinya, maka Penolongnya adalah Dia yang Menguasai kehidupan ini. Bagaimana dengan anda, siapakah yang dapat menolong?