Janganlah terlalu menaruh perhatian pada persoalan rezki, karena pencarian rezki kepadamu adalah lebih kuat ketimbang pencarianmu akan rezki tersebut. Apabila kamu memperoleh rezki hari ini, maka tanggalkanlah dari dirimu perhatian yang berlebihan akan rezkimu esok hari, sebagaimana kau menanggalkannya kemarin atau diwaktu yang telah lalu, sebab esok hari, engkau tidak tahu apakah akan kau jumpai atu tidak. Oleh karena itu sibukkanlah dirimu hanya untuk mencari rezki hari ini saja.
Seandainya kau mengenal Allah, engkau pasti lebih menyibukkan diri bersamaNya ketimbang mencari rezki. KeagunganNya akan mencegahmu untuk sibuk mencari rezki. Sebab, jika kamu mengenal Allah maka tidak akan ada rasa takut dan kesedihan yang akan menimpa dalam kehidupanMu.
(Syaikh Abdul Qadir Gilani : Al Fath Al-Rabbani)
Misalkan….
engkau memiliki seorang sahabat bijak, kaya raya dan mencintaimu seperti mencintai dirinya sendiri. Sedangkan engkau adalah seorang yang serba kekurangan. Kalau saja kau minta pertolongannya maka pasti akan ditolong olehnya. Dengan situasi dunia sekarang ini yang kacau balau, pengangguran dimana-mana, lowongan kerja yang sulit didapat hingga mencari uang pun sesusah mencari intan permata yang jatuh di jalan kerikil.
Apakah yang akan kau lakukan….
Mungkin kau enggan tuk meminta pertolongannya karena merasa bisa berusaha sendiri, tapi apa yang terjadi, pekerjaan tak jua kau dapat dan intan permata pun semakin bercampur dengan kerikil. Jika sudah demikian, maka betapa bodohnya jika tetap saja berpegang pada kesombongan, kesombongan itulah yang mencegahmu meminta pertolongannya.
Jika saja kau lepaskan pakaian kesombongan itu dan bergegas menemuinya dan menceritakan perihal keadaanmu. Maka dia yang mencintaimu itu pastilah akan memberi pertolongan atas kesulitan mu dengan begitu mudahnya. Tinggal memerintahkan anak buahnya untuk menolongmu atau mungkin tidak diberikannya keinginanmu tapi menggantinya dengan rasa gembira yang meliputimu.
Permasalahannya adalah…
Pada kehidupanmu yang sebenarnya ini, dimanakah sahabat seperti itu akan kau temukan. Pandanglah kedepan, adakah kau temukan kepastian akan kehidupanmu yang akan memberimu jaminan ketenangan hingga tidak mengkhawatirkan berbagai hal-hal buruk yang bisa saja menimpamu dikemudian hari. Tak ada yang bisa menjaminnya, tapi kebanyakan tak pernah berpikir dan mau menghiraukannya. Hanya menjalani kehidupan tanpa menyadari berbagai macam bahaya yang menanti dihadapannya.

|